Liburan Hangat Bersama Sariwangi

s1

Tur bertajuk Liburan Hangat Bersama Sari Wangi ini adalah hadiah dari kemenangan menulis surat yang diadakan Sari Wangi. Sari Wangi sebagai brand terkenal memang selalu mengadakan kompetisi bergengsi setiap tahun dan aku termasuk yang setia mengikutinya. Sekedar pamer, (xi xi xi), tahun 2008 aku juga terpilih sebagai salah satu pemenang utama lomba menulis dan sempat diajak shooting bersama Anjasmara dan Dian Nitami.

Kompetisi kali ini bertema menulis surat kepada anggota keluarga. Bisa suami ke istri, istri ke suami, ayah ibu ke anak atau anak ke orang tua.  Di  periode pertama aku mengikutkan dua tulisan dari ibu (aku) ke anak dan dua-duanya  kalah. Di periode kedua aku kelupaan sehingga tidak sempat ikut. Di periode ketiga aku memutuskan mengirim surat anak ke orang tua dengan pertimbangan jumlah peserta yang mengirim  tulisan dari anak ke orang tua pastilah lebih sedikit.

Lalu aku menyuruh Liwen menulis surat padaku atau pada papanya tapi tidak memberitahukan bahwa itu untuk lomba. Aku hanya bilang “Mama ingin membaca surat dari Dedek.” Dia bertanya tentang apa dan aku bilang boleh tentang apa saja.

Ternyata dia menulis dua surat. Surat pertama berisi tentang keluhannya di sekolah karna banyak teman-teman mengejeknya  berbulu dan berkumis.  Dan di akhir surat dia menulis “Ini semua karna mama yang juga berbulu dan berkumis.” Hahahaha.

Di surat kedua dia menulis tentang superhero. Saat teman-temannya mengatakan superhero idola mereka adalah Iron Man, Spiderman, Batman, dll, dia menulis superhero idolanya adalah mamanya sendiri karna mamanya yang membawa dia ke dokter saat sakit, karna mamanya yang menyelamatkan  dia saat pernah hampir ditabrak Odong-odong, bukan spiderman atau Iron Man yang menolongnya.

Kedua suratnya sama-sama istimewa tapi aku memilih surat kedua karna lebih menyentuh dan lebih membuatku terharu. Lagipula masa sih aku memilih surat bertema bulu. Ini kontes kan penyelenggaranya bubuk teh, bukan alat cukur.  Hahaha. Karna Liwen termasuk bagus dalam merangkai kata, maka hanya sedikit kalimat yang aku perbaiki sebelum  mengirimkannya. Dan Puji Tuhan, surat itu terpilih sebagai pemenang utama dan berhak mendapatkan uang tunai 5 juta plus liburan keluarga ke Bandung selama 2 hari.

Tanggal 22 Agustus kemarin , kami bersama 9 pemenang lain berangkat bersama-sama ke Lembang, Bandung. Di samping 10 keluarga pemenang, ternyata ada juga 5 keluarga dari media yang juga dipilih berdasarkan liputan mereka tentang kompetisi ini. Sesuai instruksi, semua peserta sudah harus berkumpul di  Graha Unilever, Jalan Jend. Sudirman pukul 6 pagi. Karna papanya anak-anak  punya urusan kantor di pagi hari yang tak bisa ditinggal, akhirnya aku pergi bertiga sama kedua anakku dengan catatan, dia akan menyusul ke Bandung siang hari, setelah urusan selesai. Kami naik taksi ke Graha Unilever dan ongkos taksi dibayari Sari Wangi setiba di sana.

Jam tujuh tepat kami tiba dan sudah ada beberapa keluarga yang berkumpul. Pukul delapan, kami masuk ke ruangan untuk sarapan dan briefing. Ada juga game kecil-kecilan dan berhadiah pula. Di antara 10 pemenang ini, ada satu pemenang yang sudah lama kenal di dunia maya dan sudah beberapa kali ketemu di acara-acara offline. Jadi pas ketemu lagi, sudah langsung akrab dan seru.

Sekitar pukul 9.00 rombongan yang terdiri dari 4 bus berangkat beriringan.  Perjalanan lancar dan tiba di Bandung sekitar pukul 12.00. Rombongan laangsung menuju De’ Ranch dan disambut dengan spanduk-spanduk gede bertulis Selamat Datang Keluarga Liburan Hangat Sariwangi.  Di sini telah disediakan satu spot untuk acara Sari Wangi.

Yang pertama ada kata sambutan dari dari Pak Mario selaku Brand Manager Sari Wangi. Menurut beliau tujuan event ini adalah sebagai bentuk apresiasi  Sari Wangi terhadap semua surat-surat yang masuk dan sekaligus untuk menginspirasi orang lain. Hebat ya, bayangkan betapa enaknya kita. Demi kehangatan keluarga, Sari Wangi mengajari kita untuk mulai menulis surat terhadap anggota keluarga . Udah gitu mereka hargai lagi dengan mengajak kita liburan gratis. Aihhh.

s2

s3

s4

Kemudian ada kata sambutan dari psikolog cantik yakni Ibu Irma. Dia berbicara bagaimana memaksimalkan komunikasi antara keluarga. Dalam liburan ini ada juga dokter yang ikut bersama rombongan untuk mengantisipasi siapa tahu ada peserta yang sakit dan selalu siap kapan saja kita mengeluh soal stamina. Jempol dah.

Setelah acara selesai kami diajak melihat bagaimana proses memeras susu sapi.  Ternyata ada lho sapi yang dalam sehari bisa menghasilkan susu sampai puluhan liter. Kemudian ada beberapa permainan seru di lapangan yang semuanya berhubungan dengan komunikasi, kekompakan dan kerja sama.

s5

s6

s7

s8

Setelah acara selesai, kami diberi waktu bebas untuk menggunakan kupon yang sebelumnya dibagi. Karna abang Liwen sedang bad mood, akhirnya kupon itu digunakan Liwen untuk naik kuda sampai dua kali.

Sore hari rombongan bergerak menuju Villa Air tempat kami menginap. Sampai di sana langsung jatuh cinta deh lihat vilanya. Kerenn, imut, dan look romantic. Mirip seperti rumah-rumah romantis di film korea.  Liwen langsung telepon papanya “Pa, nanti kita perpanjang aja sewa vilanya sampai hari minggu yaaa” Hahahaha

s9

s10

s11

s12

s13

s14

s15

Makan malam dimulai sekitar pukul delapan dan untungnya papanya anak-anak tiba 15 menit sebelumnya. Tentunya setelah berjam-jam tersesat entah di mana . Hahaha. Jika akhirnya tiba di tujuan, tentunya itu karna bantuan panitia yang sampai datang ke lokasi dimana dia tersesat dan kemudian memandunya sampai tiba di Villa Air 😀

Usai makan malam, ada beberapa permainan menarik yang membekas dalam hati.  Menarik karna  membuatku terharu dan ingin menangis. Saat anak-anak disuruh menuliskan sesuatu untuk para orang tuanya, anakku yang paling besar, yang selama ini kucap sebagai anak paling cuek, menulis sesuatu pada papanya’ Wo ai ni Pa Pa like de Peng You.” (Katanya dia pengen  nulis dalam bahasa Jepang tapi gak hafal semua kosa katanya. Jadinya dia campur aja yang artinya Aku sayang papa seperti teman sendiri)

s19

Aihh, benar-benar kata yang tak pernah terpikirkan olehku sebelumnya. Selama ini papanya memang selalu bilang sama dia bahwa dia ingin  dianggap teman oleh anaknya, yang bisa diajak bicara apa saja. Begitu juga saat Liwen menulis surat untukku, dia menulis begini: “Aku sayang mama sekarang. Dan tetap sayang meski nanti aku sudah dewasa dan jauh dari mama.”

Langsung dah kupeluk dia seerat-eratnya.

Acara malam itu benar-benar hangat dan melibatkan emosi jiwa. Kalau selama ini di keluarga kami seringnya ketawa-ketawa doang dan becanda, tapi malam itu benar-benar  touch my soul deeply. Ada kehangatan yang tidak hanya terucap dari mulut, tapi juga menyeruak dari dalam hati.

Usai acara kami keluar ke lapangan untuk menerbangkan lampion. Seumur-umur aku belum pernah melihat apalagi menerbangkan langsung lampion. Seringnya melihat di film dan rasanya romantis. Eh, malam itu  aku benar-benar menerbangkan lampion and you know how I feel? I feel  so romantic . Saat melihat lampion itu lepas dari tangan dan terbang menjauh ke langit, aihhh it’s so beautiful. Perasaanku mirip kali ya seperti perasaan Rapunzel saat melihat ribuan lampion terbang di langit malam :p Saking senangnya, aku sampai menanyakan ke salah satu panitia, di mana sih bisa beli lampion. Hi hi. Kali aja papanya Liwen mau menemaniku nerbangin lampion di  lapangan Cengkareng dekat rumah kami. 😀

s20

s21

Setelah lampion-lampion itu hilang dari pandangan, kami langsung pulang ke villa. Sebenarnya ada disediakan makanan seperti siomay, jagung, batagor, dll. Tapi berhubung cuaca teramat dingin, aku putuskan langsung  pulang ke villa. Ganti baju, gosok gigi, cuci muka, dan tidur dengan berlapis-lapis jaket dan kaos kaki. Eh ternyata saat aku sudah ngorok, kedua anakku pergi juga cari makanan dan pulang dengan membawa sepiring siomay. Hahaha

s23

Pagi harinya kami bangun dengan bibir membiru saking dinginnya. Karna kami keluarga harmonis, kami berempat sepakat untuk…tidak mandi. Hahaha. Dingin boooo. Jam delapan kami sarapan dan langsung berangkat ke Little Farmer. Di sini semua peserta diajak untuk melihat berbagai tanaman dan juga diberi kesempatan untuk merasakan sendiri bagaimana rasanya memanen wortel, mencangkul, dan memberi makan  kelinci. Liwen amat antusias karna baginya ini hal baru dan menyenangkan. Kalau aku mah, gak begitu antusias. Maklum, dari kecil biasa mencangkul di ladang. Hahahah.

s24

s25

s26

Setelah capek keliling, kami disuguhi berbagai makanan daerah dan juga berbagai minuman daerah.  Benar-benar kenyang dah. Ada juga acara foto-foto sebelum kembali ke Villa Air.

s27

Sekitar pukul sebelas kami kembali ke villa dan beres-beres barang karna siang akan check out.  Setelah packing selesai, kami mengerjakan scrapbook yang akan dinilai oleh panitia. Scrapbook ini berisi foto-foto liburan kami (bisa dicetak gratis di situ) dan dihiasi dengan macam-macam. Yang paling bagus akan mendapat hadiah.

s28

Sekitar pukul satu siang rombongan berangkat menuju Dusun Bambu. Tiba di sana langsung deh semua berdecak kagum. Viewnya benar-benar bagus dan danau kecil di tengah-tengah itu mirip seperti danau di dongeng-dongeng.  Langsung muncul deh sisi romantisku, membayangkan berdua di perahu di malam hari, diterangi bulan purnama,  sampai bintangpun cemburu menyaksikan sepasangan makhluk berciuman di dalam perahu. Hi hi hi.

s29

s30

s31

Ternyata di restoran sudah dipesan meja khusus untuk peserta Liburan Hangat Sari Wangi. Dan, horeee, kami dapat tempat di luar, dengan view langsung menghadap ke danau. Makanannya enak sekali, dan baru kali itu aku menikmati yang namanya sayur asem. Ternyata enak ya. Sebelum-sebelumnya aku gak mau makan sayur asem. Rasanya gimana gitu. Eh pas di sini, rasa asemnya segarrr. Waktu makan bebek gorengnya, Liwen bilang begini: Ma, enak ya. Harusnya kemarin kita pesan sapi goreng, biar gede. Kalo bebek kan, kecil kayak gini.” Hahahah

s32

s33

s34

s35

Selama makan, kami ditemani group musik yang menyanyikan lagu-lagu lama dengan suara indah. Bahkan salah satu peserta yang ternyata pinter nyanyi, ikut menyumbangkan lagu. Kebayang kan gimana serunya.

Usai makan siang, ada semacam acara perpisahan sekaligus penyerahan hadiah buat pemenang-pemenang. Kami misalnya menjadi juara satu posting foto di fanspage Sari Wangi dan mendapat hadiah berupa goodie bag. Setelah itu ada sharing dan testimoni dari beberapa peserta secara suka rela. Aku sendiri turut share pengalaman dan bahkan sampai nangis. Lebay deh gue. Entahlah, aku selalu saja tak bisa menahan tangis kalau sudah berurusan dengan yang namanya rasa. Sedih dikit nangis, Terharu dikit nangis. Marah dikit, gebukin orang. Hahahah

s36

Sekitar pukul tiga sore acara selesai dan kamipun pulang ke Jakarta. Kali ini kami tidak lagi pulang bersama rombongan tapi berpisah karna pulang naik mobil yang dikendarai papanya anak-anak.  Isi mobil kini penuh saking banyaknya oleh-oleh dari Sari wangi.

Akhirnya terima kasih buat Sari Wangi atas liburan Hangat yang benar-benar hangat ini. Tadinya aku berpikir bahwa liburan ini bakal menyenangkaan karna bisa  jalan-jalan gratis,  makan gratis, tidur di villa gratis, anak-anak bisa melihat suasana baru. Hanya sebatas refreshing. Ternyata aku salah. Apa yang kudapat selama liburan hangat ini benar-benar jauh lebih bermakna dari sekedar refreshing.  Ada hikmah, ada pelajaran, dan ada ajakan untuk memulai  mewujudkan keluarga harmonis. Ada inspirasi bahwa untuk memulai kehangatan dalam keluarga ternyata bisa dimulai dari hal-hal yang paling sederhana, misalnya cukup meluangkan waktu 15 menit sehari untuk bersama keluarga. Bisa bercanda, bisa bercerita, bisa menanam bunga bersama, bisa minum teh Sari Wangi di teras. Sesederhana itu.

Sekali lagi, terima kasih Sari Wangi. Tetaplah menjadi bagian hangat dari keluarga Indonesia.

s37

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s