Tur Ibu Cerdas ke Jepang Bersama Attack

Tanggal 23 September  yang lalu aku berangkat ke Jepang dalam rangka menikmati  hadiah kemenangan kontes menulis.  Kontes menulis ini diselenggerakan oleh Attack dengan mengambil tema peranan teknologi bagi para ibu.  Mungkin ada yang bertanya, produknya deterjen tapi kog tema lombanya tentang teknologi. Hubungannya ada gak? Ada dong.  Attack merupakan deterjen yang dihasilkan melalui tehnologi tinggi. Attack 3D Clean Action misalnya merupakan  deterjen yang mengandung Ultra Biolite dan Ultra Soft sehingga dengan satu sendok deterjen saja cukup untuk mencuci 15 potong baju. Hasilnya, baju bersih total, serat kain tetap lembut dan mudah disetrika.

Kontes yang berlangsung di facebook ini memilih dua pemenang utama yang akan pergi ke Jepang dimana tiap pemenang berhak membawa satu teman. Selain itu setiap pemenang juga mendapatkan uang saku sejumlah…(kasih tau gak ya? :v). Yang jelas cukuplah untuk beli sekoper oleh-oleh dari Jepang. Hi hi hi.

Peserta tur ke Jepang ini terdiri dari para pemenang kontes di facebook, pemenang dari media, juga perwakilan dari PT KAO (Attack). Jadi termasuk tour leader, kami semuanya berjumlah 12 orang.

Para peserta berkumpul di Cafe Olala, Bandara Soekarno Hatta pukul 20.30 WIB. Dan sesuai itinerary, pesawat Garuda yang kami tumpangi terbang pukul 23.20 WIB.  Karna benar-benar capek dan  ngantuk, tak berapa lama langsung dah pules di pesawat. Dua jam kemudian bangun, gak bisa tidur lagi, akhirnya nonton Maleficient dari video di pesawat dan selanjutnya dengarin lagu Ebiet G Ade sampai tiba di Osaka.

Suhu di Osaka sekitar 25 0 C, dingin gak pakai banget J. Cukup pakai kaos tebal atau jaket tipis, dijamin nyaman deh. Gak mesti bawa mantel dan sarung tangan. Keluar dari bandara kami langsung bertemu dengan local guide yang akan menemani kami selama di Osaka. Namanya pak Usman. Nama yang Indonesia banget  kan. Tapi wajah dan penampilannya Jepang banget. Orang Indonesia asli yang sudah lama tinggal di Jepang dan tentu saja fasih berbahasa Jepang.

j1

j2

Dari bandara kami langsung  menuju destinasi yang pertama yakni Umeda Sky Building. Gedung yang dibangun tahun 1990-an ini sebenarnya merupakan gedung perkantoran,  memiliki 42 lantai dengan ketinggian 173 cm. Yang membuatnya istimewa adalah arsitekturnya yang unik dan hampir semuanya kaca. Di lantai paling atas terdapat Floating Garden Observatory. Dari sinilah para pengunjung bisa menikmati keindahan kota Osaka. Katanya di malam hari, tempat ini bisa menjadi sangat romantis karna ada banyak pasangan-pasangan yang menikmati keindahan Osaka di malam hari. Ntar ke sana lagi ah bawa pasangan 😀 Oh ya, di dalam gedung ada juga restoran-restoran, bioskop, aula untuk acara dan hiburan lainnya.

j3

j4

j5

Puas menikmati kecanggihan Umeda Sky Building kami kembali ke bus untuk mengunjungi Osaka Castle. Kastel Osaka ini terletak di tengah kota Osaka.  Bangunannya dikelilingi oleh dinding-dinding batu yang megah yang terdiri dari susunan batu batu . Batu-batu ini disebut masugata, yang tujuannya untuk mencegah masuknya musuh ke dalam kastel. Dan setelah aku lihat langsung, memang rasanya mustahil musuh bisa masuk dengan dinding-dinding batu yang kokoh mengelilingi kastel. Sayang kami hanya bisa menikmati keindahan luar kastelnya saja karna keterbatasan waktu. Setelah foto-foto sebentar, kami berangkat dan kali ini untuk makan siang.

j6

j7

j8

 Makan siang kali ini bertempat di sebuah restoran lokal bernama Sakon dengan menu yakiniku. Kami dibagi menjadi dua kelompok karna di restoran ini disediakan pork. Jadi yang bisa makan  pork satu meja dan yang tidak bisa di meja lain. Di sini kami bisa mengambil apa saja yang kami mau makan, kecuali minuman beralkhol. Dari mulai daging, bakso, ayam tepung, buah, salad, puding, kopi, sampai es krim semua bisa dimakan. Hasilnya bisa ditebak, usai makan kami jinak semua saking kenyangnya. Hahahah.

Tujuan selanjutnya adalah Abeno Harukas. Abeno Harukas merupakan gedung tertinggi di Osaka dengan ketinggian 300 m. Konon gedung ini dibangun selama kurang lebih satu dekade, mengalahkan landmark gedung Tower di Yakohama dengan selisih lebih tinggi 4 meter. Di gedung ini terdapat pusat perbelanjaan dan kami menghabiskan waktu masuk toko keluar toko meski yang kami beli cuma pocky 2 bungkus. Hahaha.

j9

Ada beberapa hal yang menarik diperhatikan dalam masyarakat Jepang.  Selama di sana, aku memperhatikan jalan raya tertib, bersih, dan tidak bising. Bayangkan selama di Jepang tak sekalipun kudengar suara klakson meski mobil-mobil berkeliaran di jalan raya.Orang Jepang cenderung menyukai ketenangan sehingga saat di hotelpun suasana begitu hening dan senyap.  Begitu juga soal sampah. Tak pernah kutemukan sampah tergeletak atau terjatuh di jalan atau dimanapun. Akibatnya selama di sana aku gak berani membuang sampah meski ada tempat sampah. Takut salah. Aku memilih menyimpannya dalam tas dan membuangnya dalam tempat sampah di kamar hotel.

Pesatnya teknologi di Jepang juga terlihat jelas dalam kehidupan masyarakat. Contoh kecil adalah toilet. Di Jepang, toilet itu memiliki banyak sekali tombol-tombol. Jadi kalau mau buang air kecil atau mau BAB, kita tak perlu menggunakan tangan untuk membasuh dan melap. Ada tombol-tombol untuk membasuh bagian depan atau belakang, ada tombol untuk mengeringkan, ada tombol untuk pewangi dan ada juga tombol untuk mengatur suhu air. Yang unik lagi, toilet di tempat umum biasanya dilengkapi dengan tombol musik. Tadinya aku bingung untuk apa tombol musik itu. Eh ternyata fungsinya adalah untuk menyamarkan suara saat proses buang hajat berlangsung. Jadi kalo misalnya nih kita lagi sakit perut, terus mau BAB di toilet di mall, biasanya kalau di Indonsia kita hidupin keran kencang-kencang biar gak kedengaran dari luar. Nah, di Jepang, kita tinggal tekan tombol musik maka akan keluar suara musik sehingga seribut apapun proses buang hajat kita tak akan kedengaran di luar. Hi hi hi.

j10

j11

Setelah hampir jam 7 malam, kami makan malam di restoran yang berada di Abeno Harukas juga.  Menu kali ini benar-benar tradisional Jepang. Ada makanan pembuka, makanan utama, makanan penutup yang semuanya dihidangkan dalam wadah yang kecil-kecil, lucu, artistik dan mengundang selera. Hanya saja karna lidahku ini nasionalis banget, aku kurang bisa menikmati kelezatannya tapi amat menikmati pola penyajian yang bertahap, tenang, dan tidak terburu buru. Jadi meski nikmatnya kurang dapat di lidahku, mannernya dapat di kepala. Itu yang penting.

j12

Setelah acara makan malam yang memakan waktu 1,5 jam itu selesai, kami menuju ke hotel dengan badan capai, gerah karna seharian belum mandi, tapi tetap excited menunggu perjalanan keesokan harinya.

Di Osaka kami menginap di Hotel Nikko yang berseberangan dengan  ShinsaiBashi,  pusat shopping yang ramai dan cocok untuk cuci mata. Di hotel, aku sekamar dengan Rosanna Simanjutak, teman dari Kalimantan yang kuajak untuk ikut dalam tur ini. Kamarnya nyaman, pas untuk ditempati berdua. Karna udah capek, usai mandi langsung dah terbang ke alam mimpi.

j13

Keesokan harinya morning call berbunyi pukul 5.30 waktu setempat. Mandi, beres-beres dan turun ke lobby untuk sarapan. Ada banyak menu sarapan di hotel tapi pilihanku tetaplah nasi goreng. Merdeka! Haahahha. Karna satu hari ini kami akan berkeliling terus, maka aku dan teman-teman menyiapkan stamina dengan.. makan banyak. Wkwkwkwk. Sekitar pukul 8.30 kami berangkat untuk melakukan factory visit ke PT KAO sebagai produsennya Attack.  Setiba di sana kami mendapat pengarahan dulu sebelum masuk ke dalam satu ruangan. Di sana kami disambut karyawan-karyawan Attack  yang hari itu memakai baju batik. Wowww.  Entah mereka sengaja karna bakal menyambut tamu dari Indonesia atau tidak, yang jelas rasanya buanggga banget melihat mereka ramai-ramai memakai batik. Di dalam ruangan, manager Attack memberikan penjelasan singkat tentang PT KAO yang berdiri tahun 1887 dan kini memiliki karyawan sekitar 7 ribuan. PT KAO memproduksi beberapa kategori produk, seperti produk kecantikan, produk kesehatan, produk perawatan rumah tangga dan juga bahan baku kimia untuk memenuhi berbagai kebutuhan industri.

Attack  merupakan produk kategori perawatan rumah tangga dan varian attack 3D Clean Action merupakan produk premium yang paling baru di Indonesia.  Attack 3D Clean Action ini merupakan deterjen dengan daya konsentrat yang lebih padat, disesuaikan dengan kondisi air di Indonesia dan diciptakan setelah melalui proses survey di beberapa tempat di Indoensia. Artinya Attack yang dijual di Jepang tidak sama dengan Attack yang dijual di Indonesia karna KAO menciptakan deterjen sesuai dengan   kondisi air. Ck ck hebat ya. Dan kehebatan Attack ini kami saksikan langsung melalui demo yang diperagakan karyawan lab KAO. Kami bisa melihat dengan jelas bahwa kain yang dicuci dengan menggunakan satu sendok Attack jauh lebih bersih dengan kain yang dicuci dengan menggunakan dua sendok deterjen merek lain. Jempol dah.

Selanjutnya kami naik bus karna akan diajak keliling ke pabrik tempat pembuatan Attack. Sebelum masuk kami harus menggunakan penutup kepala dan harus membersihkan diri dulu menggunakan semacam alat penghisap debu sebelum masuk ke ruangan. Benar-benar harus steril bo. Dan sampai di dalam memang benar-benar terlihat kwalitas kebersihannya. Kinclong semua. Di dalam kami bisa melihat bagaimana proses pembuatan deterjennya. Benar-benar canggih. Tidak ada satupun karyawan yang  terlihat. Semua cukup menggunakan mesin. Sempat terpikir bagaimana kalau mesinnya rusak. Siapa yang tahu kalau tidak ada karyawan yang mengawasi. Eh ternyata itu sudah diantisipasi. Kalau ada mesin yang rusak, maka secara otomatis akan ada tanda merah yang muncul dan karyawan yang berada di ruangan komputer akan langsung bisa melihatanya dan mengutus tehnisi ke sana.

Yang unik lagi, kalau di Indonesia, untuk mengecek apakah satu produk itu layak kirim atau reject, biasanya dicheck secara manual oleh karyawan. Nah kalau di Jepang tuh, mesin sendiri yang akan mencheck apakah produk yang sudah siap kirim itu lolos atau tidak. Kalau misalnya ada produk yang cacat, maka mesin akan mengeluarkannya sendiri dari barisan-barisan produk yang mau dikirim. Jadi mulai dari bikin wadah, masukin deterjen, masukin sendok, tutup wadah, susun ke kardus, segel, kirim ke gudang, semuanya dilakukan oleh mesin. Hebat sekali. Sayangnya kami tidak diijinkan untuk ambil foto di lokasi ini. Ada beberap spot yang diperbolehkan difoto, tapi itupun hanya untuk media, tidak untuk konsumen seperti kami.

Selanjutnya adalah masuk ke EcoLab Kao. Di sini kami disuguhi dulu tontonan singkat tentang bahaya global sebelum diajak memasuki lab-lab kecil yang intinya menyuguhi kami step step yang dilakukan KAO dalam upaya menyelamatkan alam. Pokoknya aku sangat antusias selama berada di dalam lab KAO ini. Kalau selama ini kan cuma dengar bahwa PT KAO itu sangat concerned terhadap global warming, terhadap keseimbangan ekosistem, dll. Tapi setelah mengunjungi PT KAO ini, aku benar-benar menyaksikan dengan mata kepala sendiri bahwa memang benar PT KAO berusaha semaksimal mungkin menyelamatkan alam. Misalnya KAO berinovasi menciptakan deterjen dengan konsentrat yang lebih padat agar wadahnya bisa lebih kecil sehingga ketika wadahnya dibuang jadi sampah, jumlah sampah berkurang. Juga berinovasi menciptakan kardus2 yang bisa memuat lebih banyak produk sehingga bisa mengurangi pemakaian kertas.

Di samping itu, Attack juga mempunyai Green House. Di sini mereka menanam  berbagai macam tanaman dan kemudian meriset sendiri bahan baku apa yang cocok untuk mereka gunakan dalam produk mereka. Kerennn sekali. Intinya kunjungan ke pabrik KAO ini mendatangkan inspirasi sendiri bagi aku. Selama ini kan, kalau beli produk, yang aku pikirkan hanyalah manfaatnya bagi diriku, tidak pernah tuh mikirin efeknya ke alam. Tapi setelah berkunjung ke PT KAO ini, aku seperti merasa diajak untuk lebih bijaksana dalam memilih produk. Pilihlah produk yang paling minim menyumbang kerusakan dan pemanasan bagi alam.

Kamipun pulang dengan ilmu yang bertambah di kepala. Bus menuju salah satu restoran lokal untuk makan siang. Sebelum masuk ke ruangan, kami mesti buka sepatu dan baju (eh, baju gak ding :D) dan harus masukin tas ke dalam loker berkunci. Menu makan siang kali ini cantik sekali. Cantik karna disajikan secara artistik dengan wadah2 kecil yang unik. Maunya sih dipandangi aja, sayang kalau diobrak abrik pakai sumpit. Hahahah. Yang menarik dari menu jepang adalah, karna jenisnya banyak dan kecil-kecil, jadi kita bisa memilih mana yang suka dan mana yang tidak suka. Dari semua menu makan siang itu, hanya satu yang tak bisa kumakan yakni shasimi si daging mentah itu. Entahlah, hanya melihatnya saja, bukan lidahku yang bergoyang ingin memakannya, tapi tanganku yang bergoyang ingin segera menggorengnya dan kasih sambal balado. Hahahaha

j14

j15

Kenyang makan siang, perjalanan lanjut menuju Kastel Wakayama. Kastel Wakayama ini berada di ketinggian yang bisa dicapai dengan menaiki tangga-tanggga batu. Capeknya polll. Saat di tengah perjalanan udah hampir putus asa dan mau balik aja ke bawah. Eh tiba-tiba aku berpapasan dengan seorang nenek yang kira-kira berumur 70 tahunan. Dia baru saja dari puncak dan menuruni tangga dengan wajah segar dan santai. Tak kelihatan capek sedikitpun. Saat bertemu mata, dia tersenyum ramah. Tapi dalam senyumannya itu seolah-olah ada kalimat begini “Woii, makanya itu badan gendut. Naik tangga aja kamu malasnya minta ampun Jalan sana!.” Alamakkkk, tersindir guehhh. Akhirnya berkat support dan kalimat imajinatif tadi, akupun sukses tiba di kastel dengan nafas tersengal sengal macam dicekik Hulk

j16

Tapi saat melihat view di atas, aihhh hilang deh capekku. Meski tidak terlalu besar, tapi kastelnya indah, megah dan kokoh. Puas foto-foto, kami langsung turun tangga lagi, naik bus dan berangkat menuju Marina City. Marina City ini merupakan pasar ikan yang menjual segala macam hasil laut dan olahannya. Tapi karna mepetnya waktu , kami cuma sempat melihat-lihat sebentar,beli buah dan masuk bus lagi.

j17

j18

j19

Perjalanannya selanjutnya adalahhhhhh : shoppingggggg beibehh :D. Dimana lagi kalau bukan di Shinsaibashi. Karna letaknya cuma di seberang hotel, kami putuskan untuk antar barang dulu ke hotel baru jalan kaki ke sana. Shinsaibashi ini ramai sekali. Segala macam toko ada di sana. Mau cari barang branded, second dan murah, semua ada di sana. Yang menarik adalah penampilan orang-orang Jepang itu fashionable dan cenderung mengarah ke gaya-gaya imut gitu. Saat belanja di satu toko misalnya, segerombolan cewek masuk dengan gaya persis kayak boneka-boneka hidup.  Lucu-lucu dan menggemaskan. Pengen aku bungkus untuk dihadiahin ke Liwen. Hahaha. Di jalanan bisa juga kita temui anak-anak muda dengan gaya harajuku lalu lalang.

Yang sedikit susah saat belanja adalah orang Jepang tidak begitu tahu bahasa Inggris. Mungkin mereka berprinsip begini: Lo yg datang ke negara gue, jadi lo yg mesti paham bahasa gue, bukan gue yang mesti paham bahasa lo. Hi hi hi. Akibatnya setiap belanja mataku melotot ke mesin kasir, melihat berapa jumlah baru ambil uang dari kantong.  Apa saja yang kasirnya bilang aku cuma bilang haik..haik…haik. 😀

Yang paling lucu saat belanja di bandara. Sisa duitku sekitar 11 ribu yen dan ternyata belanjaanku 12 ribu yen. Dia nyerocos pakai bahasa Jepang, aku terbata-bata pakai bahasa Inggris. Maksudku, biar dia kurangi saja belanjaanku agar jumlahnya 11 ribu. Terserah dia mau kurangi yang mana. Tapi dia gak ngerti juga. Akhirnya aku pakai bahasa tubuh baru berhasil. Hahahha

Meski belum puas belanja (tepatnya sih belum puas liat-liat doang hi hi hi), tapi kami harus kembali bergabung di meeting point untuk makan malam. Tempat makan malam kali ini di restoran Doma Doma, di lokasi yang sama. Dan horeee menu kali ini adalah shabu-shabu. Ini adalah menu yang paling memuaskan lidahku selama di Jepang. Apalagi karna makannya pakai sambel yang kubawa dari Indonesia. Hahahah. Benar-benar puas dah makan malamnya. Semua menunya habis, tinggal sumpit yang gak habis. Soalnya keras kalau dimakan. Wkwkwkw. Selesai makan kami langsung bergegas lagi keluar. Lho, mau kemana lagi? Mau nyambung shopping Cyin. Xixixixi. Toko yang kami tuju kali ini adalah Daiso yang terkenal dengan barang-barang murah tapi unik. Ya cocoklah untuk oleh-oleh bagi kami yang berkantong pas pasan ini. Xixixix. Setelah kantong belanjaan penuh dan tak sanggup lagi membawanya,  kami pulang ke hotel macam orang yang baru menang taruhan tarik tambang berhadiah barang pecah belah. Barang bawaan kami penuhhhh. 😀 Sampai di kamar, packing packing dan tewas manis di tempat tidur.

j20

Keesokan harinya, morning call tetap berbunyi pukul 5.30 dan waktu sarapan pukul 6.30. Kami berangkat ke bandara pukul 8.30 karna pesawat akan membawa kami kembali ke Jakarta pukul 12.20. Di bandara kami masih sempat belanja-belanja dan menghabiskan recehan yang tersisa. Selama di pesawat aku tidur dengan nyaman sekali karna banyak kursi yang kosong hingga aku pindah tempat dan tidur telentang dengan manisnya. 😀 Pukul 5 sore WIB pesawat mendarat dengan mulus dan berakhir sudahlah perjalanan kami . Perjalanan yang mengesankan, penuh tawa tapi juga inspiratif. Terima kasih buat Attack yang sudah memberi kesempatan padaku untuk menikmati tour yang cerdas ini.  Semoga apa yang kuceritakan di atas bisa menginspirasi para ibu-ibu untuk cerdas memilih produk, bijaksana dalam memakai. Pilihlah Attack sebagai deterjen pilihan, karna Attack diproduksi dengan memperhatikan 3 hal penting menyangkut keseimbangan alam yakni   water enviromental, bio diversity dan global warming.  Jadi dengan memakai Attack sebagai deterjen sehari-hari, sebenarnya kita sudah turut serta dalam menjaga lingkungan

j21

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s