Liburan Seru Bersama Kiranti ke Bali

bali2
bali

Trip yang disponsori oleh Kiranti selaku penyelenggara lomba ini dihandle oleh Panorama Tour. Berlangsung selama 3 hari. Ada 6 peserta, 3 dari Jakarta, 1 dari Pekanbaru dan 2 dari Malang. Peserta dari Malang (suami istri) akhirnya memutuskan untuk turut serta membawa kedua anak mereka dengan menambah fee ke Panorama Tour. Jadilah peserta menjadi 8 orang plus satu orang tour leader. Penerbangan ke Bali berangkat jam 11.30 dan aku sampai di bandara sekitar jam 09.00 pagi. Bertemu dengan tour leader dan langsung check in.  Karna belum sarapan dari rumah, aku cari makan dulu. Pesan nasi goreng doang. Dari rumah aku ada bawa kopi (maklumlah, I can live without you,but I can’t live without coffee hahaha) dan air mineral. Rasanya macam nasi goreng semalam trus dipanasin lagi. Huekk. Pas bayar, busett dahh, 67 ribu.

Persis jam 11 pesawat boarding. Aku duduk di seat 25C dan di sampingku duduk seorang cewek muda berjilbab. Saat di tengah penerbangan, seorang ibu yang duduknya di seat 25F batuk batuk dan cewek di sampingku sepertinya gelisah. Dia mengeluarkan air mineral dan mengarahkan wajahnya ke ibu ibu yang batuk mau menawarkan air minum. Dalam hati aku berpikir “Oh, mungkin itu ibunya,” tapi aku diam aja. Eh setelah turun dari pesawat dan bertemu dengan tour leader, aku baru tahu bahwa cewek yang di sampingku itu adalah salah satu peserta tour. Jiahhh, coba kalau dari awal tour leader mempertemukan kami dulu, pasti aku akan menawarkan tempat duduk agar dia bisa duduk berdampingan dengan ibunya dan aku pindah ke seat 25F.

Di bandara kami langsung dikalungi bunga dan sudah ditunggui oleh guide lokal bernama pak Sendi. Peserta dari Malang sudah tiba sementara peserta dari Pekan baru belum tiba karna pesawatnya delay akibat kabut asap yang begitu tebal. Akhirnya diputuskan kami jalan duluan dan peserta dari Pekan baru yang bernama Okta Sinaga akan menyusul kami. Bus langsung menuju restoran Bu Desa untuk makan siang. Menunya beragam tapi gak begitu kusuka, soalnya dihidangkannya sudah dalam keadaan dingin. Jadi berasa kayak makan di rumah makan Padang.

Usai makan siang, kami langsung berangkat menuju Uluwatu untuk menikmati sunset dan Tari Kecak. Aihh pemandangan di Uluwatu indah banget, sayang aku gak bawa tongsis, jadi gak bisa banyak foto foto. Mau minta tolong sama peserta lain, segan juga, keliatan banget nanti gueh banci foto hahaha. Setelah menikmati pemandangan yang begitu indah, kami masuk ke area pertunjukan Tari Kecak. Bagi yang udah sering ke Bali, pasti udah nontonlah Tari Kecak ini. Banyak teman yang bilang membosankan, bikin ngantuk, tapi kog aku enggak lho. Aku benar-benar menikmati pertunjukan itu, mulai dari awal sampai selesai.
Setelah pertunjukan selesai kami masuk ke bus dan berangkat menuju Jimbaran Melati Resto untuk makan malam. Oh ya, peserta Okta dari Pekanbaru udah tiba dan langsung bergabung saat pertunjukan Tari Kecak berlangsung. Di Jimbaran, suasana lumayan sepi (maklum bukan masa liburan) dan sebenarnya enak kalau berlama lama di sini sama pacar. Tapi berhubung gak bawa pacar, ya kurang enak juga kalo dilama lamain. Hahaha. Makan malam kali ini menunya ikan bakar. Rasanya? Rasa duri. Hahaha. Banyak durinya bo. Jadilah di dalam keremangan lampu lampu, aku kayak cari cari lobang jarum, misahin ikan dari durinya. Wkwkwk.

Sekitar jam 9 malam kami baru check in di hotel. Kami menginap di Hotel Mercure di daerah Legian. Aku sekamar dengan Okta dan sampai di kamar langsung ngerumpi ala orang Batak “Ai didia do lampuna? Pagalap jo keran ni aek an. Aha do on? Lamari do on manang kulkas?” Hahahhaahah

Keesokan harinya morning call bunyi jam 6 pagi. Mandi, sarapan dan jam 9 tepat berangkat menuju Taman Ayun. Temanku Okta selama dalam perjalanan mengalami muntah muntah karna mabuk perjalanan. Maklum dia lagi hamil muda dan katanya emang suka mabuk kalau naik mobil. Di Taman Ayun kami keliling , foto foto dan kembali ke bus. Tujuan selanjutnya adalah Jogger. Di sini kami cuma singgah sebentar dan aku cuma beli 3 kaos dan satu topi. Setelahnya kami pergi untuk makan siang di Bedugul. Makannya di Mentari Resto, ala prasmanan. Kenapa aku suka prasmanan? Karna pilihannya banyak dan bebas milih. Hi hi hi.

Usai makan siang kami ke Bedugul menikmati indahnya danau dan Pura. Panasnya matahari gak mengurangi niat orang untuk foto foto di pura dan danau. Kembali aku harus mengutuk diri karna lupa bawa tongsis. Hahhaa. Setelah puas mengitari pura, kami masuk ke bus dan tour leader memberi kami es krim. Dasar tukang makan, aku langsung aja makan itu es krim. Eh akibatnya parah. Gak sampai sejam aku mengalami kesakitan perut macam kontraksi. Sakittt sekali. Sampai aku mengerang erang di dalam bus. Persis kayak ibu ibu mau melahirkan tapi kepala bayinya gak nongol nongol. Tiba di Tanah Lot, aku gak sanggup lagi dan mencari tempat untuk tiduran. Untungnya ketemu mushola yang diterasnya ada semacam tempat tiduran dari bambu. Setelah minta ijin aku langsung rebah di situ bersama Okta yang juga tepar akibat terus muntah muntah. Untungnya aku udah pernah ke Tanah Lot, sehingga gak merasa begitu rugi ketika harus ku skip akibat sakit perut ini.

Sekitar jam 6 lewat kami berangkat menuju Mangking Resto untuk makan malam. Karna udah gak sanggup akhirnya aku mau makan obat yang dikasih tour leader kami (biasanya aku gak mau makan obat2 generik dalam keadaan sakit apapun). Sampai di restoran, aku dan Okta memutuskan untuk istrihat saja, tidak ikut makan malam. Karna bawaan badan pengen tidur, kami ditunjukin tempat leha leha khusus untuk driver. Gak peduli lagi itu tempat khusus driver, kami tidur aja di situ persis macam wisatawan kehabisan uang. Hahahha. Dan lucunya, bukan jadi tiduran, malah ngobrol ama supir tour tentang berapa harga seporsi babi panggang di Bali. Hahahhaa. Sekitar jam 9 peserta lain sudah siap makan dan kamipun kembali ke hotel. Di hotel, sakit perutku udah mulai reda, mungkin karna obat yang kuminum dan akhirnya bisa tidur lumayan nyenyak.

Hari ke-3 morning call berbunyi pukul 7 pagi. Rencananya mau berenang (udah sengaja bawa baju renang dan kacamata), eh kog rasanya badan belum fit banget ya. (Halahh, alasan). Usai sarapan, kami berangkat menuju Krisna, pusat oleh oleh terbesar di Bali. Yang dibeli biasalah, makanan khas Bali, kaos, aksesoris, tas, kain Bali, dan semacamnya. Usai belanja di Krisna, temanku Okta memutuskan pulang sendiri ke hotel naik taksi. Dia gak sanggup lagi karna terus terusan muntah Tanpa Okta, akhirnya kami melanjutkan perjalanan untuk makan siang di Golden Palace Hotel. Ini restoran halal, tidak ada pork, tapi dimasak ala chinesse food. Lumayan enak.

Usai makan siang kami berangkat menuju Taman Safari. Di sini kami menonton Bali Agung Show. Pertunjukan yang secara visual sangat mengagumkan menurutku. Megah dan terkonsep rapi. Hanya sekedar catatan, untuk bisa menikmatinya, memang harus terlebih dahulu baca cerita yang dibagikan di selebaran. Kalau gak bisa membingungkan meski ada dalang yang sesekali menjelaskan alur cerita. Pertunjukan ini memakan waktu satu jam. Setelahnya kami menyaksikan educational show dari gajah-gajah. Saat diminta 3 orang volunteer untuk maju ke depan, langsung deh gue nunjuk tangan. Biasalah, orang yang sipanggaron kalo kata orang Medan. Hahaha. Sebagai hadiah, gajah mengalungi kami bunga. Aihh so sweet.

Setelah itu kami mengikuti safari tour. Naik bus khusus dan dibawa berkeliling Taman Safari. Di sepanjang jalan kami bisa melihat dari dekat segala macam binatang buas yang sebelumnya hanya dilihat di tv. Mulai dari gajah, badak, unta, jerapah, gorilla, singa, Jonr* (eh itu bukan binatang ya) ,dsb. Aihh kebayang kalo Liwen ikut, pasti dia antusias sekali melihat binatang binatang itu. Senja mulai turun saat safari tour selesai. Kamipun kembali ke bus untuk makan malam di Bebek Bengil Nusa Dua. Nah, bebek bengil ini kan udah lama banget aku dengar dan testimoni orang : enak enak enak. Nah aku penasaran dong. Dan setelah makan, ting tong….ternyata emang enak saudara saudara. Baru kali ini aku makan bebek, biasanya makan orang. Hahhaha. Aku gak tau apa semua bebek emang enak dimakan atau bebek bengil ini yang emang enak. Pokoknya enak dah. Jam 9 sampai di hotel, mandi, dan langsung tidur. Eh, buka buka fb dulu ding. Siapa tau ada kuis. Hahaha.

 Hari terakhir di Bali, kami bangun jam 7 pagi, sarapan dan berangkat menuju Padang-padang. Ini salah satu lokasi shooting filmnya Julia Robert. Mesti turun ke bawah menuruni tangga tangga sempit. Dan setelah sampai di bawah, tadaaaa …so beatifull beibeh. Indah sekali pantainya. Saking indahnya daya khayalku langsung bekerja “membayangkan duduk berdua bersama Judika di pinggir pantai dan mendengarkan dia bernyanyi “Aku merindukanmu… setengah mati merindu…” (Oiiii bangun oiii Hahaha)
Puas memandang-mandang pantai, kami naik ke atas dengan ngos ngosan. Turunnya enak Bang, Naiknya kog susah ya. Hahahha. Perjalanan lanjut ke Water Blow. Panasnya minta diampuni. Untung viewnya emang bagus banget meski gak lagi pasang. Jadi worth it lah dibayar dengan kegosongan kulitku yang tak seberapa putih ini Hahaha.
Tujuan selanjutnya adalah ke GWK. Masuk ke GWK ini cukup ketat juga. Harus melalui beberapa pemeriksaan. Tujuan ke GWK ini tadinya mau melihat lihat patung patung yang sudah selesai dibangun. Ternyata lokasi ditutup karna Ahmad Dhani beserta rombongan sedang konser. Akhirnya kami cuma makan siang aja di GWK, yaitu di Jendela Bali. View dari restoran ini bagus banget, bisa memandang alam sambil menikmati hidangan. Katanya sih restoran mahal, tapi menurutku menu dan rasanya biasa aja.
Setelah makan siang kami menuju museum Trick Eyes untuk foto foto. Kalau belum pernah ke tempat semacam ini, pasti excited banget. Tapi berhubung aku udah pernah puas berfoto foto di tempat semacam ini saat ke Korea beberapa waktu lalu, yaa tidak begitu excited lagilah.
Setelah makan siang tibalah waktu yang kutunggu tunggu yakni SPA. Xi xi xi. Mengambil tempat di Bali Spa kami bisa menikmati dipijat selama 2 jam. Saking enaknya dipijat sampai ketiduran. Pas lelap, terapisnya bangunin “Mbak, udah selesai. Sekarang mandi yaa.” Hiahhh cepat banget. Jam 5 sore kami berangkat ke bandara dan langsung menuju waiting room karna sudah dicheck in – in tour leader terlebih dahulu. Pukul 7.30 malam pesawat berangkat dan tiba dengan mulus di Jakarta. Home sweet home. Saatnya kembali ke rutinitas, saatnya kembali mencari kuis berhadiah jalan –jalan lagi. Hahahaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s