Liburan Keluarga ke Belitung

be2

Libur lebaran kemarin, aku dan keluarga memutuskan jalan jalan ke Belitung. Destinasi ke Belitung ini sebenarnya muncul begitu saja, tanpa perencanaan sebelumnya. Akibatnya dari tiket, hotel sampai tour, harganya melonjak naik dari harga biasa.

Kami berangkat dari Jakarta menuju Belitung tanggal 25 Juni 2017 dengan menggunakan Sriwijaya Airlines. Ada yang lucu soal pembelian tiket. Malam sebelumnya aku di wa oleh pihak Oke Tour Belitung, tempatku memesan tour trip. Dia minta foto tiketku dan aku kasih. Setelah itu dia bilang, “Oh syukurlah, Bu, ternyata benar. Soalnya banyak yang salah tiket kalau mau ke sini. Mau ke Tanjung Pandan, belinya tiket ke Tanjung Pinang.”
Hah? Aku kaget. Bukan apa apa, sebelumnya aku mau beli tiket jurusan Jakarta – Tanjung Pinang. Udah sempat booking tapi telat bayar. Akhirnya gagal toh. Besoknya baru booking tiket lagi jurusan Jakarta – Tanjung Pandan. Jadi aku benar benar nggak memperhatikan Tanjung Pandan itu beda dengan Tanjung Pinang. Yang ada dalam pikiranku, pokoknya ada tanjung tanjungnya. Hahahaha. Untung telat bayar, kalo nggak, kami perginya ke Tanjung Pinang, di Provinsi Riau sana, sementara booking hotelnya di  Tanjung Pandan, Provinsi Bangka Belitung. Hahaha

be2

Pesawat kami berangkat jam  12.00 WIB dan tiba di bandara  H.A.S Hanandjoeddin, Tanjung Pandan, Belitung, jam satu kurang. Ternyata bandara  H.A.S Hanandjoeddin itu kecil banget, tidak seperti perkiraanku. Di dalam hanya ada satu lounge, itupun gak mirip lounge :v. Jadi kalau mau berlama lama di sana nunggu pesawat, gak enak banget. Selain lounge hanya ada satu kedai makan di luar, menjual berbagai makanan murah, seperti indomie, bakmi, gorengan, kopi, teh, dll. Murah meriah. Pengecekan di bandara juga terlihat tidak ketat. Waktu mau pulang, saat melewati pemeriksaan barang barang, masa petugasnya bukan memperhatikan isi tas di layar komputer, tapi malah main hp. Ck ck ck.

Keluar dari bandara, kami sudah ditunggu oleh tour guide merangkap supir. Seorang pria muda, cukup ramah dan asyik selama dua hari jadi driver.  Dari bandara kami tidak ke hotel, tapi langsung tour. Driver mengajak kami makan mie atep dulu. Keliling cari, ternyata semua tutup karna hari lebaran. Akhirnya diskip, dan lanjut makan siang dulu. Kami dibawa ke sebuah restoran besar bernama Pandan House. Katanya restoran ini baru buka juga. Pas mau pesan, aku tanya dulu, ini include tour trip gak sih? Atau bayar sendiri? Eh ternyata bayar sendiri. Hahaha. Yang include itu makan mie atep doang. Hi hi hi. Untung makanannya enak banget, jadi nggak ngomel mesti bayar sendiri. Recommended deh. Udah gitu lumayan murah. Makan berempat cuma kena 240 ribu, itu juga udah dapat buah asinan yang enak.

 

 

Usai makan siang, kami berangkat menuju Danau Kaolin. Danau Kaolin ini sebenarnya merupakan bekas penambangan timah yang ditinggal begitu saja. Itu sebabnya airnya biru. Lama kelamaan menjadi semacam daerah wisata karna memang terlihat indah. Air yang berwarna biru dikeliling pasir putih benar benar merupakan perpaduan warna yang kontras dan menarik. Sayangnya, cuaca teramat panas saat tiba di sana. Baru 5 menit foto foto, rasanya muka udah gosong. Andai timingnya pas sore hari, kayaknya mau deh berlama lama di sana.

be3

be5

Dari sana, kami kembali ke kota dan keliling keliling dulu. Secara umum gak ada hal yang unik yang dijumpai di sekitar kota Tanjung Pandan. Yang mungkin menarik diketahui adalah bahwa di Belitung itu ternyata tidak ada angkot atau semacamnya. Taksi juga hanya ada dalam hitungan jari. Makanya kalau jalan jalan ke sana, soal transportasi ini termasuk susah. Mesti sewa mobil atau motor kalau mau jalan kemana mana. Sisi positifnya, jalanan selalu sepi dan pengguna jalan raya lumayan taat peraturan. Beberapa kali berhenti di lampu merah dengan suasana sepi dan tidak ada mobil atau motor, para pengguna tidak mau nerobos, tetap menunggu sampai lampu hijau. Coba di Jakarta, sepi dikit langsung dah. Hahahah.

be1

Usai keliling, kami dibawa ngadem dulu ke tepi Pantai yang jaraknya dekat dengan hotel tempat nginap. Eh di sana bukannya adem, panasnya minta ampun. Cuma numpang foto sebentar, lanjut ke museum Tanjung Pandan untuk melihat sejarah Pulau Belitung. Museum ini dulunya museum geologi, tentang batu batuan. Tapi kemudian isinya berkembang bukan hanya batu batuan lagi, tapi juga barang peninggalan seperti keris, alat masak jaman dahulu, gaun pengantin budaya tiongkok, juga pecahan pecahan kapal yang karam di jaman dahulu. Di satu sudut dinding ada tertulis kisah seputar harta karun yang ditemukan dalam wilayah laut Indonesia tapi ditemukan orang luar, diperjual belikan di luar bahkan ada yang dipajang di museum luar. Dan semua harta karun itu ditemukan dalam kapal perang jaman dulu yang tenggelam di perairan Indonesia. Harganya fantastis, sampai ratusan ribu dollar dan kita hanya mendapatkan pecahan kapalnya saja. Miris ya 😦

b5

b7

Hari sudah mendekati petang ketika kami keluar dari museum. Anak anak udah pada ribut  nanya kapan ke hotel. Mau tidur kata mereka. Wkwkwkw. Akhirnya kami dibawa ke Hotel Arnava Mutiara, tempat kami menginap,  dan driver janji akan menjemput jam 8 pagi untuk tour ke pulau. Sampai di hotel, langsung bongkar koper, susun baju di lemari, mandi dan istrihat sebentar.

IMG_8285
Jam 7 malam, kami berempat keluar cari makan. Sebenarnya di sekitar hotel banyak jualan makanan, tapi berhubung pas lebaran, semua rumah makan tutup. Untung nemu satu rumah makan yang pemiliknya orang Thionghoa. Jadi mungkin karna gak merayakan lebaran, mereka tetap buka. Akhirnya makan di sana dan ketemu sesama penghuni hotel. Pasti mereka juga sama kayak kami, muter muter cari tempat makan gak ada, akhirnya terdampar di situ. Hi hi hi. Di sana kami makan nasi soto, mie bangka, nasi ayam presto ama roti bakar. Murah coy, Cuma habis 107 ribu :v dan lumayan juga rasanya. Sebelum balik hotel kami jalan jalan dulu, siapa tahu ketemu tukang sate. Hahaha. Ternyata nihil. Akhirnya pulang ke hotel dan tidur.

Jam 6 pagi bangun, mandi, beres beres dan turun ke bawah sarapan. Menu sarapan di hotel amat terbatas. Gak banyak pilihannya. Tapi ya cukuplah untuk mengenyangkan perut sampai makan siang nanti. Usai sarapan balik ke kamar bentar dan jam 8 tepat turun ke bawah. Drivernya on time, udah stand by di halaman hotel dengan mobil innova yang kami pakai kemarin. Karna tour hari ini ke pulau yang nota bene basah basahan, kami harus bawa  baju ganti, handuk, sabun, sampo, dsb.

Kami langsung menuju Pantai Tanjung Kelayang untuk Island Hopping, yaitu mengunjungi pulau pulau eksotis seperti Pulau Batu Berlayar, Pulau Kelayang dan Pulau lengkuas. Pemandangannya benar benar menakjubkan. Batu batu raksasa yang berada di setiap pulau sungguh terlihat eksotis dan indah. Pokoknya untuk yang hobi foto foto, pasti bakal hepi banget deh kalo ke sini. Di Pulau Lengkuas kami  melakukan kegiatan snorkeling  sekitar satu jam. Lalu  mampir sebentar ke mercusuar peninggalan belanda.  Sayang hanya diperbolehkan sampai ke lantai 3 sehingga tidak bisa melihat view dari tempat yang paling tinggi.

be6

be7

be8

be9

be10

be11

be12

be13

be14

be15

be16

be17

be18

be19

be20

be22

be23

b12

be24

be25

Karna udah lapar, kami menuju Pulau Kepayang untuk mandi dan makan siang. Makan siang kali ini udah termasuk dalam paket tour. Menunya menu tradisional dan kami lahap sekali makannya. Mungkin karna enak dan juga sudah lapar. Hahaha. Pas udah selesai makan,ketangkap mata ada yg makan pisang goreng plus kopi. Alamakkk, temptation banget. Langsung cepat cepat panggil tour gude, minta dipesanin juga pisang goreng plus kopi, biar dah kita yang bayarin. Hahahaha.

b13

Setelah kenyang dan sebelum mata meredup minta bobo siang ( hi hi hi),kami langsung cepat cepat balik ke kapal untuk kembali ke Tanjung Pandan. Setelah keluar kapal, kami ganti baju dulu di kamar mandi tempat penyewaan alat snorkeling sebelum masuk mobil dan lanjut ke Pantai Tanjung Tinggi tempat syuting laskar Pelangi. Kalau di pulau pulau tadi pengunjungnya semua orang luar Belitung, nah di sini penduduk setempat semua yang berwisata. Kalo di Jakarta, suasananya mirip Ancol saat hari libur. Rame dan riuh. Usai foto foto, kami  mampir ke hutan mangrove yang letaknya tidak  begitu jauh. Hutan mangrovenya nampaknya sedang dalam tahap melengkapi kali ya. Di bagian depan, penataannya udah bagus tapi di bagian belakang masih banyak yang sedang dalam tahap membangun dan memperbaiki.

be26

be27

be28

be30
Dari hutan mangrove, driver mengajak kami untuk makan mie, jatah kemarin yang sempat diskip. Baru kali itu makan bakmi bangka dan harus kuakui aku kurang begitu suka. Lebih demen sama bakmi medan secara awak ini kan orang medan coy. Hahahaha. Jam 5 kami pulang ke hotel karna benar benar udah capek lahir bathin. Wkwkwkw. Driver janji bakal menjemput jam 7 malam untuk makan malam.

 

 

Sampai di hotel beresin baju baju basah dulu baru mandi. Pas mau tiduran bentar eh ternyata udah jam 7. Akhirnya langsung turun ke lobby dan bersama driver pergi ke restoran seafood untuk makan malam. Restorannya besar dan pengunjungnya sepertinya semua wisatawan. Menunya ya seperti menu restoran seafood pada umumnyalah. Nunggunya lama, sampai sejam. Kebetulan pula kami sekeluarga bukan penggemar makanan seafood, jadi makan malam kali ini terasa biasa sajah. Gak pakai lama, usai makan kami langsung pulang ke hotel. Karna trip tour kami cuma dua hari, maka inilah yang terakhir kami bertemu dengan driver. Sampai di hotel, kami berpisah sambil mengucapkan terima kasih dan tentu saja memberikan tips yang sudah aku siapkan dalam amplop. Langsung naik ke atas, masuk kamar dan tidur. Eh, karna iseng  pencet remot TV, ketemu film lama di global tv dan akhirnya nonton sampai jam 1 malam. Hahaha

Keesokan paginya usai sarapan, kami langsung ke lobbi karna hari ini rencananya mau jalan jalan ke Kampoeng Ahok dengan mobil yang sudah kami sewa sebelumnya melalui pihak hotel. Eh sampai di lobby, pihak hotel bilang mobil gak ada lagi, sudah disewa orang semua. Kesal banget. Detail ceritanya dan bagaimana akhirnya kami bisa sampai ke Kampoeng Ahok sudah aku tuliskan secara terpisah di sini. Silahkan dibaca.

Malam harinya, kami tiba di hotel sekitar jam 7 malam, karna usai dari kampung Ahok kami langsung makan malam di sebuah restoran besar tapi sepi. Kirain sepi karna makanannya gak enak, eh ternyata enak banget dan tidak terlalu mahal. Usai mandi, aku packing dulu karna besok pagi kami akan kembali ke Jakarta.

b3
Esok paginya, usai sarapan, kami berangkat ke bandara dengan pakai taxi yang sudah kami pesan sehari sebelumnya. Kami singgah sebentar di toko souvenir, beli oleh oleh. Ada empek empek, kerupuk, abon, hiasan kerang, kalung, gelang, dan gantungan kunci. Di bandara tiba pukul 8.30 WIB. Langsung check in dan masuk ruang tunggu. Pesawat kami berangkat jam 11.45 WIB. Nunggu tiga jam bo. Bosan, kami keluar dan makan indomie dulu di kedai makan satu satunya di area bandara. Usai makan, masuk lagi, nunggu lagi, keluar lagi, beli minum lagi, masuk lagi, nunggu lagi. Adek bosan bang. Hahaha. Udah jam 12.00, pesawatnya belum muncul juga. Mampir di Ancol dulu kali. Hahaha. Jam 12.30, baru kami masuk pesawat dan kembali ke Jakarta.

b21

Kira kira begitulah catatan perjalanan kami yang sederhana ini. Semoga tulisan ini bermanfaat buat siapa aja yang mau jalan jalan ke Belitung. Ayo explore dulu semua daerah daerah di negara kita sebelum  piknik ke negeri orang 😀

 

4 thoughts on “Liburan Keluarga ke Belitung

  1. Wwooouuu…liburanmu selalu seru n menyenangkan ya dek. Baca tulisanmu pengen dah ksana hehehehe…semoga tercapai kpn2…😃

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s